Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rumah Adat Bolon dari Sumatera Utara,

Rumah adat merupakan warisan budaya setiap daerah. Setiap rumah adat memiliki corak dan makna tersendiri. Tak terkecuali Provinsi Sumatera Utara. Sebagai salah satu provinsi di Indonesia, Provinsi Sumatera Utara juga memiliki rumah adat yang terkenal yang merupakan rumah adat suku Batak yang bernama Rumah Bolon atau tidak jarang disebut dengan Rumah Gorga. Rumah ini menjadi simbol eksistensi masyarakat Batak yang hidup di wilayah tersebut. Bagi yang penasaran bagaimana bentuk Rumah Bolon dapat melihat gambar Rumah Adat Bolon dibawah serta untuk yang masih penasaran ada penjelasan lengkap dibawah ya.

Rumah Adat Bolon
Rumah Adat Bolon. NaganieldotCom

Jenis Rumah Bolon


Suku Batak yang berada di Sumatera Utara terdiri dari berbagai sub-suku yakni Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Dengan berbagai budaya yang berbeda maka , jenis Rumah Bolon yang ada pun berbeda tergantung sukunya dan sesuai dengan keenam jenis suku Batak tadi. Setiap lokasi mempunyai karakteristik masing-masing.



Sejarah Rumah Bolon

Salah satu sejarah yang dibagikan masharist.com adalah sejarah Rumah Bolon dari suku Simalungun. Kata bolon sendiri memiliki arti besar, sehingga Rumah Bolon memiliki arti rumah besar. Selain itu Rumah Bolon disebut bolon, bukan saja karena ukurannya yang besar, namun juga karena rumah ini pada zaman dahulu merupakan istana raja yaitu Raja Simalungun. Dibawah ini adalah papan selamat datang di Rumah Bolon Purba di Kabupaten Simalungun.

Rumah Bolon Purba
Rumah Bolon Purba. felicia_tapilaha

Rumah Bolon di Pematang Purba berjarak 176,1 km dari Kota Medan. Rumah Bolon di tempat ini memiliki luas lebih kurang 20.000 m² dan terletak di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1200 mdpl. Rumah Bolon yang berada di Simalungun pada zaman dahulu ditempati oleh para raja Purba. Berdasarkan cerita, ada 14 raja yang pernah memerintah dan tinggal di Rumah Bolon ini. Nama-nama mereka adalah :


  1. Tuan Pangultop Ultop 1624--1648
  2. Tuan Ranjimman 1648--1669
  3. Tuan Nanggaraja 1670--1692
  4. Tuan Batiran 1692--1717
  5. Tuan Bakkaraja 1718--1738
  6. Tuan Baringin 1738--1769
  7. Tuan Bona Batu 1769--1780
  8. Tuan Raja Ulan 1781--1796
  9. Tuan Atian 1800--1825
  10. Tuan Horma Bulan 1826--1856
  11. Tuan Raondop 1856--1886
  12. Tuan Rahalim 1886--1921
  13. Tuan Karel Tanjung 1921--1931
  14. Tuan Mogang 1933--1947.

Nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Purba
Nama-nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Purba. Rumah Bolon Wahidah

Suku Simalungun memiliki banyak rumah adat, salah satunya merupakan Rumah Bolon. Rumah-rumah adat pada zaman dahulu digunakan oleh raja-raja Simalungun sebagai kediaman. Dan raja-raja Purba yang telah kita sebutkan diatas merupakan bagian dari raja-raja Simalungun. Tuan Mogang merupakan keturunan keempat belas Raja Purba dan pada tahun 1947 Kerajaan Purba berakhir.

Rumah Bolon di Pematang Purba


Rumah Bolon di Pematang Purba ini berbentuk rumah panggung yang memanjang dengan ukuran panjang 29,44 meter dan lebar 7 meter serta tinggi 5 meter. Rumah  Bolon ini tidak memiliki jendela. Untuk sirkulasi udara maupun untuk melihat ke luar Rumah Bolon ini dilengkapi dengan jeruji-jeruji kayu pada bagian dinding. Rumah Bolon dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan menggunakan pasak dan tali pilihan yang sangat kuat.Warna Rumah Bolon didominasi oleh warna cokelat muda yang dipadukan dengan warna putih, merah serta hitam.

Rumah Bolon memiliki kolong rumah setinggi dua meter. Kolong yang terdapat di bagian bawah rumah ini berfungsi sebagai kandang hewan peliharaan, seperti ayam, kambing maupun sapi atau kerbau.

Rumah Bolon Purba
Rumah Bolon Purba. Ig felicia_tapilaha


Bagian-bagian Rumah Bolon

Tangga Masuk

Tangga masuk memiliki anak tangga berjumlah ganjil. Menurut kepercayaan masyarakat Simalungun, anak tangga berjumlah ganjil memberikan berkat kepada penghuni rumah.

Tiang Bagian Bawah/ Kaki Bangunan

Pada bagian depan terdiri dari susunan kayu gelondongan yang masih bulat-bulat disusun dengan cara silang menyilang dari sudut ke sudut. Sedangkan untuk bagian belakang, terdiri dari tiang-tiang yang terbuat dari kayu gelondongan yang tegak lurus serta dihiasi ukiran berwarna hitam dan putih yang khas. Untuk yang penasaran dapat melihatnya pada gambar di bawah.

Ruangan Rumah Bolon

Ada dua pembagian ruangan pada Rumah Bolon. Bagian depan yang disebut lopo dan ruangan belakang atau ruangan dalam. Ruang depan atau lopo diperuntukkan bagi raja, memiliki ukuran lebih kecil dibanding ruang belakang. Di ruang ini juga terdapat bilik berukuran kecil yang terletak di sudut kanan belakang dan dekat dengan pintu penghubung anatara kedua ruangan. Sedangkan ruang belakang atau ruang dalam ditempati bagi istri-istri serta anak-anak raja.

Ukiran Rumah Bolon Simalungun


Pada Rumah Bolon di Simalungun ini, terdapat beberapa ukiran. Kurang lebih ada dua puluh tiga ukiran. Untuk lebih lengkapnya akan dibahas dibawah:

  1. Gorga suleppat,
    Ukiran yang satu ini merupakan hiasan dengan bentuk jalinan-jalinan. Jalinan-jalinan ini memiliki makna yaitu sebagai simbol atau lambang ikatan persatuan antara masyarakat di bawah kepemimpinan raja. Hiasan diletakkan pada sembaho atau dinding bagian bawah.
  2. Bohi-bohi,
    Bohi-bohi merupakan hiasan yang berbentuk wajah manusia. Ianya melambangkan keramahtamahan, kewaspadaan serta penangkal roh jahat. Hiasan ini diletakkan pada setiap sudut bangunan
  3. Hambing mardugu,
    Hambing mardugu merupakan sebuah hiasan yang bertemakan kambing berlaga. Ianya merupakan melambangkan keberanaian untuk menghadapi tantangan. Biasanya hiasan ini diletakkan pada dinding bagian depan.
  4. Pinar appul-appul,
    Pinar appul-appul merupakan sebuah hiasan bermotif kupu-kupu. Kupu-kupu ini merupakan simbol dari rencana yang matang dan nyata. Pinar appul-appul ini terdapat pada tiang.
  5. Halikkip,
    Halikkip merupakan motif hias geometrik berbentuk belah ketupat dan terbuat dari anyaman bambu. Motif dari Halikkip ini berupa motif bunga bongbong. Bunga bongbong sendiri melambangkan kerapian dan keteraturan. Hiasan ini terdapat pada bagian atap belakang.
  6. Pinar barospati,
    Pinar barospati merupakan hiasan bermotif sejenis binatang yang merayap menyerupai cicak. Pinar barospati terbuat dari ijuk yang dipintal atau dijalin. Ianya ditempel di dinding bangunan yang terbuat dari anyaman rotan.
  7. Bodat marsihutuan,
    Bodat marsihutuan merupakan hiasan bermotif barisan monyet mencari kutu. Ianya merupakan lambang atau simbol dari sifat meringankan beban, menghindari keributan, dan
    memelihara ketertiban. Hiasan biasanya terdapat pada tepi halikkip. 
  8. Pinar bulung andudur,
    Pinar bulung andudur merupakan hiasan bermotif daun andudur yang terdapat pada pintu belakang. Menlambangkan sifat selalu menepati janji dan memupuk keakraban dengan siapa saja.
  9. Pinar sisikni tanggiling,
    Pinar sisikni tanggiling merupakan hiasan bermotif sisik trenggiling dan terdapat pada tepi halikkip. Merupakan simbol / lambang bahwasanya setiap makhluk hidup memiliki sistem pertahanannya masing-masing.
  10. Porkis marodor,
    Porkis marodor merupakan hiasan bermotif semut yang beriringan. Semut yang beriringan tersebut melambangkan sikap gotong royong dan rajin bekerja. Terdapat pada beranda.
  11. Suhilni rotak,
    Suhilni rotak biasanya terletak di bagian bawah pintu belakang. Hiasan bermotif kacang rotak. Hiasan ini melambangkan generasi penerus yang penuh tanggung jawab, siap mengabdi pada bangsa dan negara.
  12. Pinar horishotala,
    Pinar horishotala yaitu hiasan yang bermotif daun horishotala yang menggambarkan keteraturan hidup. Hiasan ini ada pada pintu belakang.
  13. Pahu-pahu patundal
    Pahu-pahu patundal yaitu dekorasi bermotif pakis yang menggambarkan persatuan, perbedaan dalam pendapat, tetapi satu tujuan. Hiasan ini ada pada tiang beranda.
  14. Sihilap bajaronggi
  15. Pinar pahu-pahu
  16. Pinar bunga hambili
  17. Tali siubar-ubar
  18. Tukkot matua
  19. Hail putor
  20. Ipon-ipon
  21. Bindu matogu
  22. Pinar dormani
  23. Pinar uluni horbou

Jumlah Rumah Bolon yang Tinggal Sedikit


Pada zaman dulu, masyarakat di Sumatera Utara memang bermukim dan hidup di Rumah Bolon, namun seiring pertumbuhan zaman, jumlah Rumah Bolon juga semakin berkurang. Sehingga lumayan sulit kita dapat menemukan lokasi Rumah Bolon. Konon, dulu Rumah Bolon ditinggali oleh 13 raja dari Sumatera Utara.

Meskipun setiap rumah mempunyai ciri khas, pada dasarnya Rumah Bolon memiliki format yang nyaris sama. Rumah ini berbentuk persegi panjang, layaknya rumah panggung, ada tiang penyangga setinggi 1,75 meter. Penghuni rumah menggunakan anak tangga untuk memasuki rumah. Dimana anak tangganya berjumlah ganjil.


Rumah Adat Bolon
Rumah Adat Bolon. Ig: Bataknesia

Makna Ornamen yang Ada di Rumah Bolon


Rumah bolon tidak hanya ditempati oleh satu keluarga. Biasanya dapat ditempati lima hingga enam keluarga. Di rumah adat ini terdapat Gorga. Gorga merupakan ornamen atau hiasan khas batak. Sering kali kita menjumpainya di Rumah Bolon. Setiap Gorga memiliki makna tersediri sesuai lambangnya.

Bentuknya bervariasi. Gorga memiliki beberapa jenis, seperti cicak, ular, atau kerbau dan ketiganya mempunyai makna tertentu.

  • Gorga Cicak
Gorga yang dilukis dengan bentuk cicak memiliki makna bahwa orang Batak dapat bertahan hidup di manapun dia berada, meskipun dia sedang merantau di wilayah yang paling jauh. Orang Batak juga diinginkan dapat merawat rasa persaudaraan yang powerful dan tidak terputus andai bertemu dengan sesama sukunya, walau berada di wilayah lain, yang bukan wilayah asal mereka.
  • Gorga Ular
Bentuk ornamen ular pada tempat tinggal berkaitan dengan keyakinan masyarakat zaman dulu. Bila ada ular yang masuk kerumah mereka menandakan bahwa penghuninya bakal mendapatkan berkah yang berlimpah.
  • Gorga Kerbau
Makna gorga dengan gambar kerbau ialah sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada kerbau. Hal ini karena kerbau telah membantu mereke dalam menggarap ladang pertanian.


Keindahan dan Makna Atap Rumah Bolon


Rumah Bolon mempunyai keindahan atap rumah yang bentuknya lancip pada bagian depan dan belakangnya. Bagian depan atap rumah ini memang sengaja dibangun lebih panjang dari pada bagian belakangnya.
Masyarakat Suku Batak berkeyakinan bahwa dengan bentuk atap seperti ini, dapat turut mendoakan keturunan dari pemilik rumah tersebut nantinya bisa lebih sukses dari saat ini.

Penutup


Itu dia beberapa penjelasan singkat tentang Rumah Adat Bolon dari Provinsi Sumatera Utara. Semoga bermanfaat.


Sumber

https://bobo.grid.id/read/08677247/rumah-bolon-rumah-adat-suku-batak
Rahmadhani, Wahidah.2018. “Rumah Bolon” Istana Sang Raja Purba. Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Instagram

Post a comment for " Rumah Adat Bolon dari Sumatera Utara,"