Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jenis Konstruksi dan Macam-Macam Konstruksi Perkerasan Jalan

Jalanmerupakan sarana yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berpergian dari satu tempat ke tempat yang lain. 

Dari masa ke masa para ahli jalan atau teknisi jalan berlomba-lomba untuk menciptakan jalan yang bermacam-macam sesuai dengan perkembangan teknologi dan bahan serta berbagai macam aspek lainnya.

Namun di masa kini masi banyak mereka yang bingung membedakan berbagai macam konstruksi perkerasan jalan tak hanya orang awam, para insinyur teknik sipil juga masih bingung untuk membedakannya. 

Oleh karena itu Masharist.com akan membahas jenis konstruksi pekerjaan perkerasan jalan dan macam-macam konstruksi perkerasan jalan semoga bermanfaat.


Jenis Konstruksi dan Macam-Macam Konstruksi Perkerasan Jalan
Jenis Konstruksi dan Macam-Macam Konstruksi Perkerasan Jalan


A. Jenis Konstruksi Perkerasan Jalan


Secara garis besar jenis konstruksi perkerasan jalan terbagi 3 yaitu :


A.1 Konstruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement)


Konstruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) merupakan jenis perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Dan lapisan-lapisan perkerasan nya bersifat memikul dan menyebarkan beban lalu lintas dari atas ke tanah dasar.


a.1.1 Ciri-Ciri Konstruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement)

Ciri-Ciri Konstruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) ini adalah :

1. Menggunakan aspal sebagai bahan pengikat

2. Pengaruh repetisi beban terhadap perkerasan lentur adalah timbulnya rutting (lendutan pada jalur roda)

3. Sifat dari perkerasan lentur ini adalah memikul serta menyebarkan beban lalu lintas dari atas ke tanah dasar.

4. Penurun penurunan tanah dasar pada perkerasan lentur yaitu tu jalan bergelombang ( mengikuti tanah dasar)

5. Perubahan temperatur pada perkerasan lentur yaitu modulus kekakuan berubah serta timbul tegangan dalam yang kecil

6. Untuk gambar Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) dapat dilihat pada gambar dibawah :


Konstruksi Perkerasan Lentur
Konstruksi Perkerasan Lentur. Konstruksi Jalan Raya, Ir. Djoko Untung S



Lapisan Perkerasan Lentur. dpupr.grobogan.go.id
Lapisan Perkerasan Lentur. dpupr.grobogan.go.id


A.2 Konstruksi Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)

Konstruksi perkerasan kaku menggunakan beton atau menggunakan semen( Portland semen) sebagai bahan pengikat.

Plat beton dengan Tulangan atau tanpa Tulangan diletakkan di atas tanah dasar dengan atau tanpa lapis pondasi bawah. 

Berbeda dengan perkerasan lentur atau flexible pavement beban lalu lintas sebagian besar dipikul oleh plat beton.




a.2.1 Ciri-Ciri Konstruksi Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)

Ciri-Ciri Konstruksi Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) adalah :

1. Perkerasan kaku menggunakan bahan pengikat semen.

2. Repetisi beban pada perkerasan kaku yaitu timbulnya retak-retak pada permukaan beton.

3. Pada perkerasan kaku bersifat sebagai balok di atas perletakan.

4. Pada perkerasan kaku perubahan temperatur mengakibatkan modulus ke kekakuan tidak berubah namun timbul tegangan dalam yang besar.


Konstruksi Perkerasan Kaku (Rigid Pavement). https://darmadi18.wordpress.com/
Konstruksi Perkerasan Kaku (Rigid Pavement). https://darmadi18.wordpress.com/



A.3 Konstruksi Perkerasan Komposit (Composite Pavement)

Konstruksi Perkerasan Komposit (Composite Pavement) merupakan gabungan antara lapis perkerasan fleksibel/ lentur dan perkerasan kaku.

Dapat berupa perkerasan lentur diatas perkerasan kaku atau perkerasan kaku diatas perkasa lentur.
Konstruksi Perkerasan Komposit (Composite Pavement)
Konstruksi Perkerasan Komposit (Composite Pavement). (source)




B. Macam-Macam Konstruksi Perkerasan Jalan


B.1 Jalan Tanah

Ciri-ciri jalan tanah yaitu :

1. Jalan yang bahan pengerasannya dari tanah bergradasi di urug secara bertahap dan diratakan secara mekanis sesuai dengan ukuran dan persyaratan geometrik jalan.

2. Proses meratakan muka tanah dibantu dengan air pada kondisi optimum sehingga memudahkan dalam hal pemadatan.

3. Proses pembuatan profil damaja jalan bisa dilakukan melalui pengalian atau timbunan.


 Proses pembuatan profil damaja
 Proses pembuatan profil damaja

4. Kelengkapan drainase dan kemiringan permukaan jalan arah melintang dapat dibuat 3 – 5 %

5. Langkah penangulangan pada kondisi saat hujan dan jumlah air berlebihan yang mengakibatkan lembek dan /licin yaitu dengan menambahkan/melapisinya dengan pasir kasar. 

6. Pada daerah pertambangan minyak badan jalan (jalan tanah) disiram dengan minyak mentah agar air tidak mengikat terlalu banyak pada gradasi tanah.

Jalan Tanah
Jalan Tanah


B.2 Jalan Kerikil

Ciri-ciri jalan kerikil yaitu :

1. Pada lapisan atas permukaan jalan dipasangkan kerikil yang dipadatkan dengan mekanis dan ditambahkan gradasi pasir untuk mengisi rongga atara kerikil agar tidak mudah bergeser kesamping.

2. Metode tumpang tindih dengan pengisi pasir sebagai bentuk kekompakan material. 

3. Pada bagian tepi berbatasan dengan beren atau bahau jalan dipasangkan batu ukuran 20/15 cm yang mana berfungsi menopang pergeseran lapisan kerikil kesamping,

4. Pada bagian tengah juga dipasangkan lapis sejajar lajur jalan arah memanjang, dipasangkan pengunci batu agar kerikil tidak mudah bergeser kesamping


Jalan Kerikil
Jalan Kerikil


B.3 Jalan Batu Pecah

Ciri-ciri jalan batu pecah :

1. Permukanan jalan bagian atas di pasangkan lapisan bersusun dari batu kerikil, batu pecah 5/7, dilapisi kliciran aspal serta bagian atas ditebarkan batu 1/1 dan lapisan pasir kasar,

2. Metode pelaksanan sisitem tumpang tindih dengan bantuan pengikat aspal cair untuk mengisi permukaan rongga material lapisan atas. 

3. Bagian tepi berbatas berm dipasangkan batu onderlag pengunci tepi perkerasan terluar dengan batu 20/15 cm.


Jalan Batu Pecah
Jalan Batu Pecah



B.4 Jalan Sistem Telford 

Ciri-ciri jalan Sistem Telford  :

1. Lapisan perkerasan yang disusun dari lapisan bagian bawah pasir urug  tebal 10 cm, lapisan batu underlag 15 -20 cm, dilapisi batu pengunci 5/7 cm dan dipadatkan secara mekanis dalam 8 kali ( bolak balik) 

2.Mulai dari tepi  jalan ke tengah diikat dengan lapisan aspal kliciran pada permukaan dan ditutup pasir kasar diameter 1/1 cm s/d 1 mm. 

3. Bahan-bahan dasar untuk lapisan cengkam bagian tepi yang dipakai ialah batu kali ( semirip bulat). 

4. Ketentuan lain dalam sistem Telford

Pada umumnya mempunyai ketentuan sbb. :
Lebar minimal    lebih dari    2,5 m    -    3,0 m
Untuk tanah keras dipakai tebal konstruksi 15 cm
        batu tepi ukuran 15 – 20 cm
        batu kunci 3 – 5 cm
Untuk tanah sedang dipakai tebal konstruksi 20 cm
        batu tepi ukuran 20 – 30 cm
        batu kunci 5 – 7 cm


Jalan Sistem Telford
Jalan Sistem Telford 



B.5 Jalan Sistem Mac Adam 

Ciri-ciri Jalan Sistem Mac Adam   :

1. Sistem lapisan perkerasan yang di desain oleh John London Mc. Adam  pada (1756-1836)  memperkenalkan konstruksi perkerasan dengan prinsip “tumpang tindih” dengan mempergunakan batu-batu pecah  yang dipasangkan  bersusun dengan dengan ukuran batu terbesar 3".

2. Batu besar terletak pada bagian bawah, lapis bagian atasnya digunakan batu dengan susunan lebih kecil. Bagian tepi jalan berbatasan dengan berm dipasangkan pasangan batu atau konstruksi massif dari pasangan batu untuk mencegah terjadinya pergeseran lapisan kesamping. 

3. Pada era sampai tahun 1980 pada jalan didaerah sampai sekarang kedua sistem tersebut masih lazim dipergunakan di sebagian wilayah Indonesia
-Dengan menggabungkannya menjadi system Telford – Mc Adam, susunan perkerasan  untuk bagian bawah dengan system Telford kemudian untuk lapisan perkerasan atas perkerasan atas dengan system Mc Adam. 


Jalan Sistem Mac Adam
Jalan Sistem Mac Adam 
Jalan Sistem Mac Adam
Jalan Sistem Mac Adam 



B.6 Jalan Sistem Penetrasi 

Ciri-ciri Jalan Sistem Penetrasi  :

1. Konstruksi jalan system penetrasi salah satu pengembangan susunan dari system gambungan Telford adam. 

2. Pada susunan lapisan bagian atas sebagai lapisan aus tersusun dari lapisan penetrasi material dengan pengikat aspal cair yang diklicir disemprotkan pada setiap permukaan material.

3. Susunan lapisan 2 lapis dengan batu pecah 3/5. 2/3. Dan lapisan atas pasir kasar. 

4. Proses penghamparan tiap lapisan dipadatkan mengunakan cara mekanis dan dilapisi aspal cair serta dihamparkan batu lapisan atas dan dipadatkan kembali hingga lapisan paling atas.


Jalan Sistem Penetrasi
Jalan Sistem Penetrasi 

B.7 Jalan Butas 

Ciri-ciri Jalan Butas :

1. Lapisan perkerasan jalan mengunakan system gabungan bagian bawah dengan telford dan bagian atas mengunakan aspal alam dari penambangan alam di  buton daerah Lawelle disebut Buton aspal (Butas).
2. Susunan bagian antara lapisan batu pecah 5/7 di lapisi aspal cair minyak kemudian bagian lapisan aus digunakan aspal beton ukuran 3 s/d 5 cm dihamparkan pada  lapisan  dan dipadatkan dengan cara mekanis. 


Jalan Butas
Jalan Butas



B.8 Jalan Aspal Beton 

Ciri-ciri Jalan Aspal Beton adalah :

1. Lapisan perkerasan dengan bahan aspal beton terdiri dari 2 jenis, lapisan antara disebut binder dan lapisan permukaan atas disebut lapisan aus. 

2. Proses dan pemakaian material berbeda dari komposisi, ukuran gradasi dari agragat kasar dan agregat halus serta jumlah pemakaian aspal dalam stuan KAO. 


Jalan Aspal Beton
Jalan Aspal Beton 

C. Penutup

Teimakasih telah membaca semoga  bermanfaat.

Sumber : http://ppg.spada.ristekdikti.go.id,darkspecialistd.blogspot.com

Post a comment for "Jenis Konstruksi dan Macam-Macam Konstruksi Perkerasan Jalan"