Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Istilah dan Definisi yang Berhubungan dengan Konstruksi Jembatan

Dalam pembangunan Jembatan, ada beberapa istilah yang sering kita dengar namun sukar untuk kita jelaskan.

Istilah-istilah tersebut mungkin sebagiannya sudah kita dengar dan sebagian lagi belum.

Berikut beberapa Istilah dan definisi yang berhubungan dengan Konstruksi Jembatan

Istilah dan Definisi yang Berhubungan dengan Konstruksi Jembatan
Istilah dan Definisi yang Berhubungan dengan Konstruksi Jembatan



Abutment

Pilar jembatan yang berada di ujung jembatan yang berada di atas oprit. 

Bagi yang masih bingung membedakan abutment, oprit dan tiang pancang dapat melihat gambar di bawah ini.

Bagian-bagian Jembatan
Bagian-bagian Jembatan



Auger
Alat untuk melakukan pengeboran.

Bearing
Sistem keseluruhan dari suatu bagian jembatan yang digunakan untuk mentransfer tegangan dari struktur bagian atas ke struktur bagian bawah yang dapat memberikan pergerakan pada bagian atas struktur jembatan.

Beban Uplift
Beban yang berkerja pada arah vertikal dan mengarah ke atas.

Beton Prategang
Beton yang telah mengalami tegangan internal dengan besar dan distribusi sedemikian rupa sehingga dapat mengimbangi sampai batas tertentu tegangan yang terjadi akibat beban eksternal.

Beton Siklop
Beton dengan perbandingan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.

Core Box
Merupakan kotak kayu tempat meletkakkan sample core, dengan tujuan untuk memudahkan pendeskripsian dan dokumentasi core sample yang dibentuk sesuai dengan diameter core sample dan panjangnya menyesuaikan (biasanya 1 m).

Coring
Proses pengeboran yang dilakukan untuk mengambil contoh sampel pada lapisan litologi di bawah permukaan sebagai data geologi.

Detail Engineering Design (DED)
Detail gambar yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi.

DPT (Dinding Penahan Tanah)
Komponen struktur bangunan penting utama untuk jalan raya dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan tanah berkontur atau tanah yang memiliki elevasi yang berbeda.

Energi Disipasi
Energi yang hilang dalam suatu sistem. Hilang dalam arti berubah menjadi energi lain yang tidak menjadi tujuan suatu sistem.

Friction Pile
Penyaluran beban yang mana sebagian besar daya dukung tiang berasal dari gesekan antara tanah dengan sisi-sisi tiang pancang, dengan kata lain kemampuan tiang pancang dalam menahan beban hanya  mengandalkan gaya gesekan antara tiang dengan tanah disekelilingnya.

Girder
Sebuah balok diantara dua penyangga dapat berupa pier ataupun abutment pada suatu jembatan atau fly over.

Konsolidasi
Suatu proses pemampatan tanah, dan berkurangnya volume pori dalam tanah yang menghasilkan bertambahnya daya dukung tanah.

Konus 
Salah satu bagian pada alat sondir untuk mengetahui nilai tahanan ujung (qc).

Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression)
Tekanan aksial pada benda uji saat mengalami keruntuhan atau saat regangan aksial mencapai 20%.

Oprit
Timbunan tanah yang berada di ujung jembatan yang berfungsi untuk menyamakan elevasi jalan dengan elevasi jembatan.

Palu/pemberat
Merupakan besi atau baja masif berbentuk silinder dan di tengahnya berlubang lebih besar sedikit daripada diameter pipa bor.

Permeabilitas
Suatu sifat atau kemampuan dari suatu membrane untuk dapat dilewati oleh suatu zat.

Pier
Tiang jembatan yang memikul beban keseluruhan dari jembatan tersebut.

Pile Cap
Berfungsi sebagai penerima beban dari kolom kemudian akan diteruskan dan disebarkan ke tiang pancang dimana masing-masing pile menerima 1/N dari beban oleh kolom dan harus ≤daya dukung yang diijinkan.

Pondasi Cerucuk
Jenis pondasi yang sering diaplikasikan di daerah dengan kondisi tanah yang kurang stabil. Umumnya jenis tanah lumpur ataupun tanah gambut dengan elevasi muka air yang cukup tinggi.
 
Sistem Koordinat
Digunakan untuk menunjukkan suatu titik di bumi berdasarkan garis lintang dan garis
bujur.

Sondir (Cone Penetration Test)
Salah satu pengujian  mengetahui perlawanan penetrasi konus dan hambatan lekat tanah. Perlawanan penetrasi konus merupakan perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya persatuan luas. Hambatan lekat merupakan perlawanan geser tanah terhadap selubung bikonus dalam gaya persatuan luas.

Split Barrel Sampler
Merupakan alat berupa tabung yang dibelah dua dan kedua ujungnya dipegang dengan mur dan dipasang pada ujung pipa bor pada waktu pelaksanaan pengujian SPT.

Standard Penetration Test (SPT)
Merupakan dynamic penetration test yang dilakukan di lapangan untuk mendapatkan data geoteknik berupa sifat-sifat tanah.

Static Loading test
Salah satu metode pengujian untuk mengetahui daya dukung pondasi dengan memasang beban statik di kepala tiang.

Tanah Kohesif
Merupakan tanah yang mempunyai sifat lekatan antar butir-butirnya dan mengandung lempung yang cukup banyak.

Tanah Lempung
Merupakan partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer dan mengandung leburan silica dan/atau aluminium yang halus.

Tumpuan Ujung (End Bearing Pile)
Penyaluran beban dimana sebagian besar daya dukungnya merupakan perlawanan tanah keras pada ujung tiang. 

Uji Triaxial
Salah satu uji laboratorium yang paling umum digunakan untuk mengetahui properti tanah.

Undisturb Sample (UDS)
Pengambilan sampel tanah dengan menggunakan tabung agar tanah yang didapat merupakan kondisi tanah tidak terganggu.

Itu dia sebagian istilah terkait dengan Konstruksi Jembatan. Semoga bermanfaat.


Source: Manual Petunjuk Teknis Pengujian Tanah, Direktorat Jenderal Bina Marga,Kementerian PUPR

Post a comment for "Istilah dan Definisi yang Berhubungan dengan Konstruksi Jembatan"