Saturday, 16 February 2019

Menakjubkan ! Mengenal Rahasia Batam yang Jarang Diketahui


Kota Batam merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam merupakan kota yang luas dan juga memiliki penduduk yang padat. Kota Batam terletak di Pulau Batam. Kota Batam juga termasuk kota yang sibuk. Setiap hari berbagai macam suku dan ras dari memasuki Kota Batam, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri. Hal ini dikarenakan Kota Batam memiliki pelabuhan internasional dan juga memiliki bandara internasional. Batam juga termasuk kota yang strategis karena berdekatan dengan negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Itulah sekilas penjelasan tentang Kota Batam, untuk mengenali Kota Batam akan kami bahas beberapa hal terkait Kota Batam, yuk disimak hal-hal berikut:

Welcome to Batam, Sumber : Google Maps. Diambil oleh Mohammad Mahadi Hasan


Asal Usul Nama Batam

Nama Batam memiliki beberapa kali disebutkan pada peta pelayaran VOC tahun 1675 yang terdapat di Perpustakaan Universitas Leiden Belanda, Pulau Batam pada zaman tersebut bernama Pulau Batang. Orang Selat atau Orang Laut merupakan masyarakat yang pertama sekali menghuni Batam menurut sejarah yang beredar. Merekalah juga dikenal sebagai suku asli Batam dan mereka memiliki ras Melayu.  Orang Selat pertama kali menghuni Pulau Batam pada tahun 231 Masehi.

Menurut cerita yang beredar atau legenda, pada zaman dahulu pantai yang ada di Batam khusunya yang menghadap ke Laut Cina Selatan ditumbuhi oleh batang pohon jenis tertentu yang khas. Pohon tersebut dibutuhkan oleh para pelaut. Oleh karena itu para pelaut yang berlayar sering singgah di Pulau Batam untuk mengambilnya. Dari kata "batang" itulah yang selanjutnya berubah menjadi "batam" .

Peta Pulau Batam
Sumber : Google Maps




Selain itu terdapat juga versi lain dari asal muasal nama "batam". Menurut cerita kata "batang" memiliki arti "jembatan". Atau jalur penghubung antar Pulau Bintang (Bintan), Bulang (Bulan), Lingga, serta pulau-pulau lainnya termasuk Temasik (Singapura), dan juga Johor (Malaysia).

Ada juga versi yang mengatakan bahwa kata "batam" berasal dari singkatan kata "batuampar" yang disingkat menjadi batam, Batuampar merupakan nama perkampungan terawal di Batam.

Sejarah Batam dari Dahulu Hingga Kini


Seperti yang diketahui dari asal muasal Pulau Batam, Pulau Batam merupakan Pulau yang sudah ramai sejak zaman dahulu. Dimana para pelaut sering singgah di pulau tersebut. Berikutnya akan kita bahas tentang sejarah perkembangan Pulau Batam. Silahkan disimak.

Batam pada Zaman Kerajaan


Dalam catatan perjalan bangsa asing, dokumen sejarah asing dan berbagai dokumen-dokumen sejarah kerajaan-kerajaan melayu nama Batam banyak disebut. Termasuk dalam Traktat London 1824, Batam juga masuk didalamnya. Batam dan pulau sekitarnya mulai dihuni manusia sejak tahun 231 Masehi, hal ini diketahui dari catatan China. Dari catatan itu Suku Laut atau biasa disebut juga dengan Orang Selat menghuni daerah pesisir kepulauan Batam. Sedangkan untuk daerah daratan (hutan belantara) dihuni oleh suku pedalaman yaitu Suku Sakai dan Suku Jakun. Kepulauan Batam pernah berada dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Melayu Singapura, Kemaharajaan Melayu Malaka, Kemaharajaan Melayu( Joho, Riau, Lingga, Pahang dan seluruh daerah taklukannya serta Kerajaan Riau Lingga.

Istana Kesultanan Malaka
Sumber : Google Maps, diambil oleh Willy Kaemena

Saat masa keemasan dan kejayaan Kerajaan Malaka berlangsung, Pulau Batam berada dalam wilayah kekuasaan Laksmana Hang Tuah. Setelah kejatuhan Malaka, Kepulauan Batam berada dalam pengawalan Raja Laut atau Langlang Laut yang bernama Hang Nadim. Hang Nadim menjadi Langlang Laut atau Raja Laut mulai berkhidmat atau bertugas semenjak masa awal Kemaharajaan Melayu (pasca-runtuhnya Malaka). Sejak masa Sultan Mahmud Syah I dan Sultan Alauddin Riayat Syah II Lakasamana Melayu yang berkhidmat diberikan amanah yang mana tugasnya membendung pengaruh bangsa asing terutama Portugis di Kepulauan Melayu, Kepulauan Batam dan sekitarnya. Laksamana Hang Nadim berkedudukan di Bentan, sekarang wilayah ini dikenal dengan nama Pulau Bintan. Setelah beliau wafat, Pulau Batam berada dalam wilayah kekuasaan Sultan Johor. Hal ini terus berlangsung hingga pertengahan abad ke 18 Masehi. Selanjutnya dengan hadirnya Kerajaan Riau Lingga serta adanya jabatan Yang Dipertuan Muda Riau, kepulauan Batam dan pulau-pulau lainnya berada dibawah kekuasaannya. Hal ini berlangsung hingga 1911 dimana berakhirnya Kerajaan Melayu Riau.

Bandara Hang Nadim Batam, Diambil dari Nama Langlang Laut Hang Nadim
Sumber : Google Maps, diambil oleh  Ricky Andhika Gumilang

Batam pada Zaman Penjajahan.


Persaingan antara Belanda dan Inggris sangat sengit dalam menguasai perdagangan di perairan Selat Malaka. Hal ini terjadi di abad ke 18 Masehi. Belanda dengan berbagai cara ingin menguasai perdagangan Melayu dan perdagangan yang melewati Bandar Singapura yang maju pesat. Dikarenakan Pulau Batam yang memiliki jarak yang dekat dengan Singapura, banyak pedagang yang masuk ke Singapura secara sembunyi-sembunyi dan menjadikan Pulau Batam sebagai tempat berlindung dari patroli Belanda. Selanjutnya, Lord Minto dan Raffles serta Kerajaan Inggris pada abad ke 18 Masehi melakukan barter dengan pemerintah Hindia Belanda sehingga Pulau Batam yang merupakan pulau kembar dengan Singapura diserahkan kepada Belanda. Tanggal 18 Desember 1829 terjadi suatu peristiwa penting. Pada tanggal tersebut Komisaris Jendral Pemerintah Hindia Belanda P.J Elout yang sekaligus menjabat sebagai Residen Riau atas nama Sultan Abdul Rahmansyah YTM (Yang Dipertuan Muda) Riau menunjuk Raja Isa untuk memegang pemerintahan atas daerah Nongsa dan Rantau taklukannya. Tanggal inilah yang ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Batam. Dan juga didukung oleh Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 5 Tahun 2009 pada tanggal 23 Juli 2009.

Perbandingan Pulau Singapura dan Pulau Batam
Sumber : Google Maps


Sejarah Penduduk Batam


Menurut Edi Sutrisno dkk dalam bukunya yang berjudul "Bercermin Sejarah Menyongsong Batam Masa Depan" menyebutkan bahwasanya SejarahSekitar abad ke 17 Masehi, Jambi dan Johor pernah terlibat peperangan. Besar kemungkinan para tentara yang terlibat banyak yang kemudian memilih tinggal dan menetap di kepulauan Melayu, termasuk di wilayah Batam. Ada juga yang menyebutkan bahwasanya penduduk Melayu Batam berasal dari Tanah Semenanjung Melayu, atau wilayah Malaysia dan Singapura sekarang.

Masih dari sumber yang sama, dalam abad ke 17 Masehi Suku Sakai yang menempati wilayah sekitar kawasaan Bukit Layang bagian pesisir. Suku Sakai tersebut hidup dengan mencari minyak. Antara lain minyak kayu, damar serta rotan.

Pada tahun 1790 sebuah wilayah dibuka. Wilayah tersebut memiliki nama Kampong Setenga. Yang membuka wilayah ini adalah penduduk asli yang bernama A'lama. A'lama memiliki istri orang Melayu. Selanjutnya pada 1813 sebuah perkampungan yang didiami oleh Melayu dari daerah Pahang. Perkampungan ini dikemudian hari dikenal nama Patam. Etnis China banyak  menempati berbagai wilayah di kepulauan Batam. Wilayah yang ditempati antara lain Sei Panas, Duriankang, Mukakuning , Tanjunguncang, Waheng dan berbagai daerah lain.

Salah Satu Galangan Kapal di Tanjung Uncang
Sumber : Google Maps, diambil oleh Amran Drs


Sekitar tahun 1820 penduduk Melayu menghuni daerah atau kawasan Teluk Lengong. Penduduk Melayu yang tinggal disitu dipimpin oleh Wak Gendut.

Berkisar antara tahu 1819 hingga 1913 yang merupakan masa Kerajaan Riau-Lingga terjadi perpindahan besar-besaran orang Melayu ke Batam. Banyak dari masyarakat yang pindah selanjutnya membuka perkampungan. Banyak dari mereka yang pindah ke Batam yang selanjutnya membuka perkampungan umumnya merupakan kaum kerabat kerajaan. Perkampungan tersebut yang banyak dikenal sekarang antara lain Nongsa, Tanjunguma, Tanjungpantun, Tanjungriau, Tanjungsengkuang, Telagapunggur, Tanjungbemban, Kampung Berlian, Kampung Bagan, Labuan Garap serta berbagai daerah lainnya.

Umunya mereka yang pindah berprofesi sebagai nelayan, ada juga yang berprofesi sebagai petani. Mereka bertani gambir  dan lada hitam. Seiring berjalannya waktu, banyak juga etnis China yang datang ke Batam. Mereka berdagang, membuka usaha pelayaran, bekerja di ladang-ladang gambir dan lada hitam, serta berkebun karet dan durian.

Batam pasca kemerdekaan


Dengan letak yang strategis Pemerintah Indonesia menitikberatkan Pulau Batam. Khususnya dibidang ekonomi, maka pemerintah mengembangkan Pulau Batam menjadi Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau disingkat dengan OBDIPB. Berikut periodesasi perkembangan Pulau Batam:

a. Periode Tahun 1969 -1975

Pada periode awal ini merupakan tahap pengembangan Kota Batam. Pada saat itu ketua Otorita Batam diamanahkan kepad Dr. Ibnu Sutowo. Pada periode ini fokus pemerintah adalah menunjang kegiatan pertanian dan pencarian minyak lepas pantai. Pada periode ini ada beberapa Keputusan Presiden (Kepres) yang dikeluarkan antara lain:

- Kepres No. 65 Tahun 1970
- Kepres No. 74 Tahun 1971
- Kepres No. 41 tahun 1973

Ibnu Sutowo
Sumber : Tirto


Pemerintah juga menunjuk PT. Persero Batam sebagai penguasa Bonded Ware House dan menunjuk beberapa lokasi di Batu Ampar, Kabil, dan Sekupang di Pulau Batam sebagai Bonded Ware House.

b. Periode Tahun 1975 - 1978 


Merupakan periode konsulidasi dan pemeliharaan prasarana-prasarana dan aset-aset yang ada, dikarenakan adanya krisis yang timbul dalam tubuh Pertamina. Pada saat itu ketua Otorita Batam adalah Prof. Dr. Soemarlin. Beberapa surat keputusan yang keluar antara lain:

- Pengalihan tanggung jawab pembangunan Daerah Industri Pulau Batam dari Pertamina ketangan Pemerintah tahun 1975. Hal ini dikarenakan adanya resesi dalam tubuh Pertamina.

Prof Dr. Soemarlin
Sumber : http://www.satuharapan.com/read-detail/read/jb-sumarlin-gbhn-harus-ada

- Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 43 Tahun 1977 tanggal 19 Februari 1977 tentang Pengolahaan dan Penggunaan Tanah di Pulau Batam.

- Pada tanggal 14 Mei 1977 dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan No.147/Kpb/V/1977, Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 150/LML/1977 dan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. KM.119/0/Phb/1977 tentang Pengembangan Lalu lintas Perdagangan sesuai kebijaksanaan pemerintah yang dilaksanakan Oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.

- Surat Keputusan Ketua BKPM No. 1 Tahun 1978 tanggal 7 Februari 1978 tentang Pemberian Perlimpahan Wewenang Pengurusan dan Penilaian Pemohonan Penanaman Modal di Pulau Batam.

- Pada tanggal 24 November 1978 pemerintah menetapkan seluruh wilayah Pulau Batam menjadi wilayah Bonded Ware House.

c. Periode Tahun 1978- 1983


Pada masa ini ketua Otorita Batam adalah Prof. DR. Ing. Bj.Habibie. Sedangkan yang menjabat sebagai ketua Badan Pelaksana adalah Mayjend. TNI Soedarsono D. Dalam periode ini berfokus pada rencana strategi pembangunan, strategi pembangunan nasional dan situasi ekomoni dunia yang sedang mengalami resesi.

Prof. DR. Ing. Bj.Habibiehttps://www.youthmanual.com/post/fun/you-have-to-see-this/kumpulan-kutipan-bijak-habibie-tentang-optimisme-dalam-mengejar-cita-cita


Beberapa surat keputusan yang dikeluarkan dalam periode ini antara lain:

- Kepres No. 194/M/1978 tanggal 29 Agustus 1978 tentang pengangkatan Prof. DR.Ing. BJ. Habibie sebagai ketua Otorita Batam dan Mayjend. TNI Soedarsono D. sebagai ketua Badan Pelaksana.

- Keputusan Menteri Kehakiman RI No. M.01-PW-10-01- 83 tanggal 7 Juni 1980 tentang penetapan Pulau Batam sebagai daerah berstatus khusus di bidang keimigrasian.

- Keputusan Menteri Perdagangan dan koperasi No.70/KP/I/1983 tanggal 19 Januari 1983 tentang pelimpahan wewenang di bidang perdagangan dan koperasi.

- KEPRES No. 15 tahun 1983 tanggal 9 Maret 1983 tentang kebijaksanaan pengembangan pariwisata, dalam hal ini pelabuhan laut dan udara di Pulau Batam ditetapkan sebagai pintu masuk wisatawan dari luar negeri.

d. Periode Tahun 1983 Sampai Sekarang


Tahun 1983 hingga sekarang merupakan periode penanaman modal dan industri serta pengembangannya. Lebih tepatnya tanggal 27 Desember 1983 dan diresmikan oleh Bapak Presiden RI. Semenjak itulah Pulau Batam mulai dikenalkan secara luas dan secara nyata.

Tahun 1984 semua wilayah Pulau Batam ditambah pulau-pulau Janda Berias, Tanjung Sau, Ngenang, Kasem dan Moi-moi sebagai Bonded Area. Berdasarkan PP No. 34 Tahun 1983 maka dibentuklah Kotamadya Batam. Hal ini sesuai dengan periodesasi pembangunan dan pimpinannya. Dimana wilayah pemerintahannya sama dengan Kecamatan Batam, sebelum dibentuknya Kotamadya Batam. Selain itu juga terbit Kepres No.7 tahun 1983 tentang: hubungan kerja antara kotamadya Batam dengan Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.

Logo BP Batam

- Tahun 1992 wilayah kerja Otorita Batam diperluas meliputi wilayah BARELANG ( Pulau Batam, Rempang, Galang dan pulau-pulau sekitarnya). Hal tersebut diatur dalam Kepres No. 28 tahun 1992.

- Tahun 1999 Batam yang semula sebagai Kota Administratif berubah statusnya menjadi daerah otonom Kota Batam. Seperti daerah otonom lainnya. Batam juga memiliki kewenangan yang sama. Struktur pemerintahan dan penataan wilayahnya juga mengalami perubahan. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No.53 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 13 Tahun 2000.

- Tahun 2007 Batam berubah menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Hal yang mengatur hal ini adalah PP Nomor 46 Tahun 2007. Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam meliputi pulau Batam, Tonton, Sekotok, Rempang, Galang, Galang Baru dan Nipah.

Letak Dan Kondisi Geografis

Setelah kita membahas sejarah Batam dari dahulu hingga kini, selanjutnya kita akan membahas tentang letak dan geografis dari Batam.

a. Letak

Kota Batam memiliki letak yang strategis yaitu berada pada jalur pelayaran internasional. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004-2014 Kota Batam terletak antara  - 0o.25' 29? LU - 1o15'00? LU- dan  103o.34' 35? BT - 104o26'04?BT
.

b. Luas Wilayah

Masih berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004-2014, luas wilayah Kota Batam yaitu 3.990,00 Km2. Dimana 1.040 km2 merupakan luas daratan dan 2.950 km2 luas lautan. Kota Batam sendiri meliputi lebih dari 400 (empat ratus) pulau, 329 (tiga ratus dua puluh sembilan) diantaranya telah bernama. Pulau-pulau tersebut sebagian merupakan pulau-pulau yang berada di wilayah perbatasan negara.

c. Batas Wilayah

Berikut batas-batas Kota Batam:
Sebelah Utara : Selat Singapura
Sebelah Selatan : Kecamatan Senayang
Sebelah Barat : Kecamatan Karimun dan Moro Kabupaten Karimun
Sebelah Timur : Kecamatan Bintan Utara

d. Geologi


Permukaan Kota Batam dapat digolongkan datar, dimada juga terdapat bukit-bukit dengan ketinggian maksimal 160 meter diatas permukaan laut. Juga terdapat sungai-sungai kecil yang memiliki aliran pelan serta dikelilingi hutan-hutan serta semak belukar yang lebat.

Arti Logo Kota Batam

Setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri. Wilayah pesisir dan daratan tentu memiliki cir khasnya tersendiri, pesisir dengan lautannya dan begitu pula daratan dengan tanahnya. Begitu pula Kota Batam, memiliki makna tersendiri dalam logonya. Berikut makna atau arti dari logo daerah Kota Batam:

Arti logo


a. Bintang.
Bintang pada logo Kota Batam melambangkan masyarakat Batam yang religius dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini senada dengan lambang bintang pada Pancasila yang memiliki makna yang serupa

b. Keris Melayu
Keris Melayu merupakan senjata tradisional masyarakat melayu. Lebih tepatnya, Keris Melayu ini merupakan lambang keperkasaan dan kepahlawanan Laksamana Hang Nadim yang dapat dijadikan contoh bagi masyarakat. Lambang kebenaran yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

c. Gelombang berjumlah lima lapis.
Memiliki makna atau arti kerja. Bisa juga diartikan bekerjanya masyarakat Kota Batam dengan dasar Pancasila. Letak geografis Kota Batam yang dikelilingi laut yang berarti juga bahwa Laksamana Hang Nadim berkuasa di daratan dan juga lautan.

d.Perahu Dendang
Perahu Dendang memiliki makna yaitu perahu dalam bentuk lambing keperkasaan di laut dan penguasa wilayah.

e.Jembatan Barelang
Jembatan Barelang memilki makna yaitu lambang kegiatan pembangunan Kota Batam yang menjembatani kemajuan perdagangan, industri, pariwisata dan alih kapal.

f. Pita berwarna merah
Pita berwarna merah dengan tulisan kota Batam, berarti siap menghadapi/ memasuki era baru alap/ milenium III dan kemajuan zaman.

g.Rantai
Rantai yang berjumlah 45 melambangkan semangat persatuan/ persaudaraan antar masyarakat Kota Batam yang heterogen.

Arti Warna Lambang Kota Batam


a. Warna Utama
1. Merah, memiliki makna keberanian.
2. Kuning, memiliki makna keagungan.
3.Hijau, memilki makna kesuburan, kemakmuran.

b. Warna Pendukung
1.Hitam, berarti keabadian.
2.Putih, berarti kesucian.
3. Biru, berarti ketenangan, keluasan.

Demografi


Pada zaman dahulu Batam masih termasuk daerah atau wilayah yang memiliki suku yang cukup homogen. Berbeda dengan Kota Batam memiliki masyarakat yang heterogen, masyarakat Kota Batam memiliki latar belakang suku, etnis maupun golongan yang berbeda. Dimana berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kependudukan, Capil Kota Batam, jumlah penduduk WNI  Kota Batam pada tahun 2014 adalah berjumlah 1.030.528 jiwa. Sedangkan untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kota Batam pada tahun 2015 memiliki nilai IPM 79,34. Data tersebut didapatkan dari situs Badan Pusat Statistik Kota Batam. Suku yang tinggal di Batam antara lain, suku Jawa, Melayu, Minangkabau, Batak, Tionghoa, Bugis, Banjar dan lain-lain.

Transportasi


Transportasi yang terdapat di Kota Batam sangat bervariasi. Mulai dari kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut macam-macam transportasi yang terdapat di Kota Batam:

a. Darat

Di Darat transportasi berupa kendaraan pribadi seperti motor dan mobil. Sedangkan untuk umum terdapat taksi, bus, angkutan kota, dan ojek. Pada beberapa tahun belakangan juga terdapat Bus Rapid Transit (BRT). Bus Rapid Transit (BRT) ini dikenal dengan nama TransBatam.  TransBatam mulai dioperasikan sejak tahun 2005. Sistem BRT pada Kota Batam merupakan yang kedua setelah TransJakarta. Harga yang ditawarkanpun relatif terjangkau oleh masyarakat.

Selain itu beberapa tahun belakangan juga ikut berkembang dengan pesat adalah transportasi online seperti GO-jek, dan juga GRAB. Selain cepat dan mudah, harganya juga relatif terjangkau bagi masyarakat. Walaupun ada beberapa kejadian dimana terjadi bentrokan antara transportasi online dan juga transportasi konvensional.

TransBatam,
Sumber : Google Maps, diambil oleh Idam Demus

b.Laut
Sebagai suatu daerah yang wilayahnya dikelilingi lautan, sudah menjadi suatu kewajiban bagi warganya untuk menggunakan transportasi dengan moda air. Pelabuhan yang terdapat di Kota Batam melayani pelayaran domestik dan internasional. Berikut pembagian pelabuhan di Kota Batam.

- Pelabuhan Internasional Logistik
Pelabuhan ini menghubungkan antara Kota Batam, dengan Malaysia, Singapura. Pelabuhannya terletak di daerah: Sekupang, Batu Ampar, dan Kabil.

- Pelabuhan Internasional Penumpang:
Melayani pelayaran ke negara tetangga yatiu Singapura dan Malaysia. Pelabuhannya terletak di: Batam Centre, Harbour Bay, Nongsa, Waterfront dan Sekupang.

Pelabuhan Sekupang
sumber : google maps, diambil oleh Muhammad Randa Pratama


- Pelabuhan Domestik Penumpang:
Pelabuhan ini melayani pelayaran ke berbagai pulau di sekitar Kota Batam. Seperti, TanjungPinang, Tanjung Balai Karimun, dan lain- lain. Pelabuhan tersebut antara lain : Harbour Bay, Sekupang dan Telaga Punggur.

c. Udara

Transportasi udara dapat dilalui melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim. Nama Hang Nadim diambil dari nama seorang pahlawan Melayu, sebagaimana telah dijelaskan di pembahasan terdahulu. Bandar Udara Internasional Hang Nadim ini melayani keberangkatan domestik dan internasional. Tujuan domestiknya antara lain Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta dan lain-lain. Sedangkan untuk tujuan internasional melayani Jeddah, Madinah dan Subang.

Bandar Udara Hang Nadim
Sumber : Google Maps, diambil oleh Yoyok Waluyo


Pariwisata

Selain sebagai kota industri, dalam hal pariwisata Batam juga tak kalah menarik. Berdasarkan data yang didapat dari Badan Pusat Statistik Kota Batam bahwa dari tahun 2012 hingga 2014 jumlah wisatawan asing terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 jumlah total wisatawan yang berkunjung ke Pulau Batam adalah 1.454.110 juta jiwa. Wisatawan yang paling banyak berkunjung berkewarganegaraan Singapura disusul oleh Malaysia dan pada uruta ketiga ditempati oleh Korea Selatan. Para wisatawan yang berkunjung ke Batam memiliki berbagai keperluan seperti berbisnis, berkerja maupun hanya untuk melancong.

Berikut beberapa tempat destinasi wisata di Kota Batam:

Masjid Agung Batam

Mesji Agung Batam
Sumber : Google Maps, diambil oleh Masjid Raya Batam

Masjid Agung Batam merupakan salah satu ikon di Kota Batam. Masjid ini berada di Pusat Pemerintahan Kota Batam, yaitu Batam Centre. Masjid Agung Batam memiliki bangunan yang terdiri dari dua bentuk dasar yaitu limas sama sisi sebagai kepala bangunan, serta balok bujur sangkar sebagai badan bangunan. Filosofinya adalah limas sama sisi adalah mempunyai persepsi vertikalismen menuju satu titik diatas sebagai simbol hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan balok bujur sangkar mempresentasikan kekompakan dan kekokohan sehingga dalam bentuk keimanan yang kuat.


Wisata Bahari/ Laut

Kota Batam tidak hanya terdiri dari Pulau Batam, melainkan ada beberapa pulau kecil yang juga merupakan bagian dari Kota Batam. Diantara pulau-pulau kecil tersebut ada beberapa pulau yang memiliki destinasi bahari/laut yang dapat memanjakan wisatawan yang berkunjung. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan internasional. Pulau-pulau tersebut antara lain:

-Pulau Abang
Bagi para wisatawan yang memiliki hobi diving, snorkeling, islang hopping, fishing dan berbagai olahraga air lainnya, Pulau Abang merupakan surganya. Pulau Abang juga merupakan daya tarik wisata bahari yang cukup terkemuka di Batam.

Pulau Abang,
Sumber : Google Maps, diambil oleh Krishnendu Sarma

-Pantai Melur
Objek wisata selanjutnya adalah Pantai Melur. Di tempat ini wisatawan dimanjakan dengan menikmati deburan ombak, sapuan angin serta indahnya sunset. Pantai ini selalu menjadi destinasi favorit bagi warga lokal. Pantai ini terletak di Pulau Galang.

Pantai Melur,
Sumber : Google Maps, diambil oleh Rian Bn Hapirin


-Pantai Nongsa
Apabila anda ingin melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit Singapura sembari menikmati pantai, maka Pantai Nongsa tempatnya. Pantai Nongsa memiliki jarak yang sangat dekat dengan negara tetangga Singapura. Pantai Nongsa terletak di Kecamatan Nongsa.

Pantai Nongsa,
Sumber : Google Maps, diambil oleh Davis Lee


Jembatan Barelang


Jembatan Barelang juga merupakan salah satu ikon wisata. Banyak wisatawan yang datang ke Jembatan Barelang untuk berfoto disana. Kata Barelang sendiri merupakan singkatan dari Batam, Rempang dan Galang. Jembatan Barelang memiliki panjang 644 meter dengan bentang 530 meter dan lebar 21.5 meter. Dari sudut manapun kita melihat Jembatan Barelang keindahannya dan kemegahannya akan selalu terlihat.

Jembatan Barelang,
Sumber : Google Maps, diambil oleh Intan Aprillia

Itulah sedikit penjelasan tentang Batam, semoga bermanfaat untuk kita semua.amin

Sumber : Berbagai Informasi tentang Batam

No comments:

Post a Comment

LATIHAN SOAL CAT CPNS dan P3K TES INTELEGENSI UMUM BAGIAN VERBAL

Assalammualaikum wr.wb Selamat pagi teman-teman. Pada kesempatan kali ini masharist.com akan membagikan  LATIHAN SOAL CAT CPNS dan P3K TE...