Monday, 18 March 2019

7 Tips Memilih Pemimpin

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "Pemimpin" memiliki arti (1) orang yang memimpin; (2) petunjuk; buku petunjuk (pedoman). Dalam kehidupan bersosial dan bernegara, memilih pemimpin merupakan sesuatu yang kerap kali kita temui. Memilih pemimpin merupakan suatu keharusan, karena di tangan pemimpin itulah arah kebijakan dan perkembangan kehidupan kita akan dibawa. Namun ternyata masih banyak yang bingung dalam hal memilih pemimpin. Oleh karena itu masharist.com akan membagikan 7 Tips Dalam Memilih Pemimpin, selamat membaca.

7 Tips Memilih Pemimpin
7 Tips Memilih Pemimpin. Pixabay



1. Peduli Kepada Masyarakat


Ini merupakan dasar dalam memlilih pemimpin. Untuk apa kita memilih seseorang pemimpin yang tidak peduli terhadap keadaan orang-orang yang dia pimpin. Pemimpin yang egois yang lebih mementingkan dirinya sendiri dan golongannya tidak layak untuk dipilih. Orang seperti rela mengorbankan bahkan menggadaikan apa yang dipimpinnya agar ia bisa hidup enak. Jadi carilah pemimpin yang peduli kepada masyarkat. Untuk di Indonesia seorang pemimpin itu harus setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945. Dan tidak akan menggadaikan negaranya hanya untuk sepeser keuntungan pribadi.

Peduli Kepada Masyarakat
Peduli Kepada Masyarakat. Pixabay

2. Memiliki Track Record yang Jelas


Track record atau rekam jejak seseorang merupakan hal yang penting untuk mengukur kemampuan seseorang. Banyak hal yang bisa kita nilai dari Track Record ini. Seperti riwayat pendidikannya, pekerjaan, prestasi, serta apa pencapaiannya di masa lalu. Dari sini juga kita dapat melihat gambaran kasar, apakah ia orang yang baik dari dulu atau dari kemarin sore saat mencalonkan diri.

Memiliki Track Record yang Jelas
Memiliki Track Record yang Jelas. Pixabay

3. Siapa Saja yang Ada Disekitar Pemimpin Tersebut?


Teman dekat dan orang yang berada di sekitar pemimpin juga akan berpengaruh kepada sifat pemimpin tersebut. Orang-orang disekitar pemimpin inilah yang akan membisiki si pemimpin. Akan susah bagi seorang pemimpin untuk jujur bila ia dikelilingi oleh para pembohong. Akan susah bagi seorang pemimpin untuk adil bila teman-teman dekatnya, sahabatnya adalah orang yang curang. Kita ambil contoh, jika anak baik berkumpul dengan teman-temannya yang pecandu narkoba. Lalu saat penggebrekan oleh Polisi, meskipun anak baik tadi berkata "Saya tidak memakai narkoba, saya hanya berkumpul dengan mereka" Polisi akan tetap menangkapnya dan membawanya ke Kantor Polisi untuk di interogasi. Bila teman-teman dan orang dekatnya baik maka baiklah ia bila jahat, jahat pula ianya.

Siapa Saja yang Ada Disekitar Pemimpin Tersebut?
Siapa Saja yang Ada Disekitar Pemimpin Tersebut? Pixabay

4. Memperhatikan Pendidikan dan Ekonomi 


Pendidikan dan ekonomi merupakan sendi kehidupan yang penting. Bagaimana seseorang  bisa berkembang dan maju jika ia tidak bisa membaca, berhitung dan menulis. Pemimpin yang baik adalah yang memberikan perhatian khusus di bidang pendidikan. Bila yang ia pimpin tidak bisa membaca, menghitung dan menulis maka ia sekolahkan. Sejarah mencatat bahwa pada zaman keemasan Islam Dinasti Abbasiah Sultan telah menerjemahkan berbagai buku Yunani ke Bahasa Arab. Hal ini ia lakukan agar ilmu pengetahuan masyarakatnya berkembang. Maka setelah itu muncullah ilmuan-ilmuan yang tak hanya ahli dalam ilmu agama tetapi juga ahli dalam kedokteran, fisika, astronomi dan lain-lain. Hal inilah yang dicontoh oleh Eropa di abad pertengahan sehingga muncullah sekolah-sekolah hebat seperti Oxford. Begitu pula di Jepang,saat Jepang kalah oleh sekutu Kaisar Jepang kala itu Kaisar Hirohito mengumpulkan jenderalnya dan bertanya kepada mereka "Berapa jumlah guru yang masih hidup?". Ia tahu bahwa negaranya telah hancur luluh lantah, oleh karena itu Jepang harus mulai lagi membangun dari nol. Bagaimana bisa mengejar ketertinggalan bila tidak belajar ? Hanya pemipin yang kejamlah, yang membiarkan orang-orang yang dipimpinnya dalam kebodohan.

Memperhatikan Pendidikan dan Ekonomi
Memperhatikan Pendidikan dan Ekonomi. Pixabay

Begitu pula dengan ekonomi, kita harus memilih pemimpin yang mengutamakan ekonomi rakyat kecil. Betapa banyak pemimpin yang mengutamakan pengusaha-pengusaha besar sehingga ekonomi rakyat kecil mati. Bukan berarti tidak boleh ada pengusaha-pengusaha besar, hanya saja pemimpin harus lebih mengutamakan kepentingan ekonomi rakyat kecil bila terjadi benturan atas keduanya. Rakyat kecil berjuang untuk hidup bukan untuk foya-foya.


5. Hindari Money Politic


Banyak sekali calon pemimpin yang memberikan beberapa rupiah kepada para pemilih agar memilihnya. Ingat, there is no free lunch. Tidak ada makan siang gratis. Apa maksudnya? Bila mana ia telah berkuasa, ia akan mengambil kembali apa yang telah ia keluarkan. Ia tidak akan peduli lagi dengan para pemilihnya. Aspirasi mereka tidak akan digubris. Karena baginya saat berkuasa, adalah waktunya mengembalikan modal. Ia pun merasa, telah memberi dulu di awal. Selain itu ada juga sebagian pendapat ulama muslim, bahwa uang hasil money politc adalah haram.

Hindari Money Politic
Hindari Money Politic. Pixabay


6. Bukan Memilih Karena Kepentingan Pribadi


Hindarilah memilih karena kepentingan pribadi. Jangan memilih karena iming-iming yang dijanjikan. Karena apabila kita memilih karena kepentingan pribadi, kita akan dihinakan. Mungkin sekarang pada saat kita baik dengannya tidak akan diungkit aib kita. Tapi saat menjadi musuh, siapa yang tahu?

Bukan Memilih Karena Kepentingan Pribadi
Bukan Memilih Karena Kepentingan Pribadi. Pixabay

7. Pilih Sesuai Hati Nurani


Setiap manusia memiliki Hati Nurani. Karena pada dasarnya setiap manusia akan condong akan kebaikan. Hanya saja dalam praktek kehidupan kerap kali hawa nafsu menguasai sehingga terkadang kita bertindak jauh melenceng dari hati nurani. Tanyalah pada hati nurani anda, apakah ia cocok memimpin saya? apakah bila ia memimpin kehidupan masyarakat akan lebih baik atau bahkan lebih buruk? Atau kemanakah arah kebijakannya saat ia berkuasa? Silahkan dijawab sendir. Sedikit tambahan untuk yang muslim mungkin dapat melakukan solat tahajud, istikharah, berdoa dan bisa pula bertanya kepada ulama agar dapat memilih pemimpin sesuai hati nurani.

Pilih Sesuai Hati Nurani
Pilih Sesuai Hati Nurani. Pixabay


Sekian dulu 7 Tips memilih pemimpin dari masharist.com. Jangan lupa berikan komentar dan share ya guys.
 


EmoticonEmoticon