Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

7 Tips Tidak Tidur Setelah Subuh atau Pagi Hari

Setelah kita bangun pada pagi subuh/pagi hari, baik untuk melakukan ibadah solat subuh bagi muslim, maupun sekedar kekamar kecil. Kita ingin agar tidak tertidur kembali, karena banyak hal yang ingin kita lakukan maupun takut kelewatan sehingga bangun lebih siang. Akan tetapi godaan untuk tidur lagi sangat besar, hal ini dikarenakan subuh/pagi hari merupakan waktu yang sangat nyaman untuk melanjutkan tidur. Mulai dari suhu yang sejuk serta suasana yang hening membuat kita ingin tidur kembali. Berikut tips dan trik agar setelah bangun subuh/pagi hari kita tidak tertidur lagi.

Tips Tidak Tidur Setelah Subuh atau Pagi Hari
Tips Tidak Tidur Setelah Subuh atau Pagi Hari. Pixabay

NILAI SEBUAH JANJI

Sebuah Cerpen Oleh Willy Septinar


pexels


   Dengan langkah pasti aku  menuruni tangga pesawat Citylink Air yang menerbangkan diriku dari Hang Nadim, Batam ke Husein Sastra Negara, Bandung. Sesaat aku melirik jam yang melingkar ditangan kiriku. Waktu menujukkan jam 15:45 WIB.
    
      Aku menuju ke ruang tunggu Bandara Husein Sastera Negara untuk  mengambil barang. Tempat tersebut berhadapan dengan ruang tunggu. 
   
   Sambil melangkah ingatanku kembali kebeberapa tahun silam. Kala itu aku juga menginjakkan kaki  ditempat yang sama. Aku tidak sendiri, ada ayah, ibu dan kedua adikku. Pada saat itu ayahku yang yang bekerja di sebuah perusahaan milik negara mendapat kesempatan melanjutkan pendidikanya ke salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bandung untuk program masternya. Ibuku yang  seorang aparatur sipil negara ikut pindah mendampingi ayah dan setahun kemudian beliau juga mengikuti jejak ayahku melanjutkan kuliah beliau kestrata dua, kami semua diboyong ke kota ini.

      Sebenarnya berpindah kesebuah kota bukanlah pertama kali bagi kami sekeluarga. Ketika ayahku bertugas disalah satu kota  dipulau Sumatera tepatnya di kota Medan,  kami juga ikut kesana. Adikku yang terkecil lahir dikota tersebut.

Bandara Husein Sastra Negara. Flickr

      Tetapi kali ini aku hanya sendiri berkunjung kekota yang dijuluki Kota Kembang. Semua orang orang yang kucintai tinggal disebuah wilayah kabupaten yang dikenal sebagai Kota Berazam di provinsi Kepulauan Riau.   

Kumpulan Puisi Oleh Willy Septinar Bagian II

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّم


Halo semuanya, sudah membaca puisi-puisi yang digubah oleh Ibu Willy Septinar? Bagi yang belum silahkan cek di sini ya https://bit.ly/2TQvMQB. Bagi yang sudah, kali ini masharist.com akan membagikan kumpulan puisi lanjutan yang diciptakan oleh Ibu Willy Septinar. Selamat membaca. 


BELAHAN JIWA


Kumpulan Puisi Oleh Willy Septinar Bagian I


Halo semuanya, kali ini masharist.com akan membagikan kumpulan puisi yang diciptakan oleh Ibu Willy Septinar. Beliau berprofesi sebagai Pengawas SMA di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Berikut ini beberapa Puisi ciptaan beliau. Selamat membaca. 


APRIL



Sejarah, Asal Usul atau Asal Muasal Tempat di Kepri Bag.3

Setelah membaca bagian I, dan bagian II para pembaca telah mengetahui sejarah, asal usul atau asal muasal daerah di Kota Batam dan  daerah di Kabupaten Karimun. Dikarenakan sejarah Moro lebih panjang maka akan dibuat postingan tersendiri.

Peta Kecamatan Moro,
Sumber : Google Maps

Moro

Moro adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun. Sebelum pemekaran Moro merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Riau. Moro mulai masuk wilayah Kabupaten Karimun pada tanggal 12 Oktober 1999.

Rahasia & Asal Muasal Tempat di Kepulauan Riau Bag.2

Setelah membaca bagian I, para pembaca telah mengetahui sejarah, asal usul atau asal muasal daerah di Kota Batam dan sebagian daerah di Kabupaten Karimun. Berikut adalah lanjutan dari artikel pertama :

Kabupaten Karimun


Sejarah, Asal Usul atau Asal Muasal Bermulanya Nama Meral

Ketika Portugis datang ke Malaka, sehingga pada akhirnya Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis, Sultan Malaka memberikan larangan kepada Zuriat atau anak keturunan Kerajaan Malaka untuk tetap tinggal di Malaka. Sultan memerintahkan hal tersebut dikarenakan beliau takut apabila tetap tinggal dan melawan Portugis di Malaka maka keturunan-keturunan Kerajaan Malaka akan musnah. Seperti yang diketahui bahwasanya pada masa itu Portugis memiliki bala tentara yang kuat dan senjata yang memadai. Dikarenakan kondisi tersebut, dan suasana yang tidak memungkinkan utnuk berkuasa kembali seperti semula maka Sultan Mansyur Syah menganjurkan untuk mencari tempat yang baru lalu kemudian ditempat tersebut didirikan kerajaan-kerajaan kecil. Maka selang berapa lama munculah lima kerajaan pecahan Kerajaan Malaka yaitu  Kerajaan Indrasakti di Pulau Penyengat, Kerajaan Indraloka di Pulau Temasek, Kerajaan Indrapura di Rengat, Kerajaan Indrapuri di Langkat. Itulah kerajaan-kerajaan kecil yang muncul sebagai perintah dari Sultan Mansyur Syah.



Wilayah Kecamatan Meral pada  Peta Pulau Karimun,
sumber : Google Maps


Kisah Rakyat Kepulauan yang Terlupakan "Keris Sempena Riau"

Seri cerita ini diambil dari buku Pulau Paku yang disusun oleh Tusiran Suseno dan Drs. Amiruddin A.A. Diterbitkan oleh Percetakan Basma Grafika, Yogyakarta. Cerita dari buku ini hanyalah sebagai sarana informasi bagi para pembaca yang membutuhkan dan bukan untuk dibajak atau disebarluaskan. Untuk mendukung pengarang serta penyusun, harap membeli buku ini di toko buku terdekat atau meminjamnya di perpustakaan.

Sumber : https://www.thepatriots.asia/menggores-darah-kesetiaan-di-muka-ketidakadilan/