Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts
Showing posts with label Teknik Sipil. Show all posts

Jenis-jenis Kontrak dalam Pengadaan Barang/ Jasa sesuai Perpres No. 16 Tahun 2018

Dalam pengadaan barang/ jasa kita akan berinteraksi dengan namanya kontrak. Lalu apakah kontrak itu ? Berikut penjelasan serta jenis-jenis kontrak dalam pengadaan barang/ jasa sesuai Perpres No. 16 Tahun 2018

Gambar Konstruksi
Image by Jean-Paul Jandrain from Pixabay

A. Pengertian


Berdasarkan Perpres No. 16 Tahun 2018, Kontrak Pengadaan Barang/ Jasa yang dapat disingkat kontrak adalah perjanjian tertulis antara PA/ KPA/ PPK dengan Penyedia Barang/ Jasa atau pelaksana Swakelola.

PA merupakan singkatan dari Pengguna Anggaran. PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/ Lembaga/ Perangkat Daerah.

KPA merupakan singkatan dari Kuasa Pengguna Anggaran. KPA merupakan pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/ Lembaga yang bersangkutan.

PPK merupakan singkatan dari Pejabat Pembuat Komitmen. PPK merupakan pejabat yang diberi kewenangan oleh PA atau KPA untuk mengambil keputusan dan/ atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara/ anggaran belanja daerah.


B. Jenis Kontrak Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/ Jasa lainnya terdiri atas:


1. Kontrak Lumsum


Merupakan kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan jumlah harga yang pasti dan tetap dalam batas waktu tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. semua risiko sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia;
b. berorientasi kepada keluaran; dan
c. pembayaran didasarkan pada tahapan produk/keluaran yang dihasilkan sesuai dengan Kontrak.



2. Kontrak Harga Satuan


Kontrak Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dengan harga satuan yang tetap untuk setiap satuan atau unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu yang telah ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. volume atau kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan pada saat Kontrak ditandatangani
b. pembayaran berdasarkan hasil pengukuran bersama atas realisasi volume pekerjaan
c. nilai akhir kontrak ditetapkan setelah seluruh pekerjaan diselesaikan


3. Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan


Merupakan kontrak gabungan dari Lumsum dan Harga Satuan dalam 1 (satu) pekerjaan yang diperjanjikan.

4. Kontrak Terima Jadi (Turnkey)


Merupakan Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan ketentuan :
a. Jumlah harga yang pasti serta tetap hingga seluruh pekerjaan selesai dilaksanakan
b. Untuk pembayaran dapat dilakukan berdasarkan hasil termin sesuai dengan kesepekatan kontrak yang telah disetujui.

5. Kontrak Payung


Kontrak Payung, dapat berupa kontrak harga satuan dalam periode tertentu untuk barang/ jasa yang belum dapat ditentukan volume dan/ atau waktu pengirimannya pada saat Kontrak ditandatangani.

C. Jenis Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi lainnya terdiri atas:    


1. Lumsum;
2. Waktu Penugasan; dan
3. Kontrak Payung.


Untuk Lumsum dan Kontrak Payung, pengertiannya sama dengan Kontrak Pengadaan Barang/ Pekerjaan Konstruksi/ Jasa lainnya.

Kontrak Waktu Penugasan adalah Kontrak Jasa Konsultansi untuk suatu pekerjaan dimana ruang lingkupnya belum bisa didefinisikan dengan terinci dan/atau waktu yang dibutuhkan agar dapat menyelesaikan pekerjaan belum bisa dipastikan.

D. Kontrak Tahun Jamak


Kontrak Tahun Jamak merupakan kontrak pengadaan barang/ jasa yang membebani lebih dari 1 (satu) Tahun Anggaran. Hal ini dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dapat berupa :

1. Pekerjaan yang menyelesaikan lebih dari 12 (dua belas) bulan atau lebih dari 1 (satu) Tahun Anggaran
2. Pekerjaan yang memeberikan manfaat lebih apabila dikontrakkan untuk jangka waktu lebih dari 1 (satu) Tahun Anggaran dan paling lama 3 (tiga) Tahun Anggaran.



Itulah Jenis-jenis Kontrak dalam Pengadaan Barang/ Jasa sesuai Perpres No. 16 Tahun 2018, semoga bermanfaat.

Mengenal dan Membaca Macam Gambar Konstruksi

Dalam pengerjaan suatu proyek tak lepas dengan yang namanya gambar. Gambar ini dikenal dengan nama Gambar Konstruksi. Gambar Konstruksi berfungsi sebagai acuan dalam proses pembuatan sebuah bangunan atau pekerjaan. Berikut pembagian dan penjelasan beberapa gambar konstruksi

Mengenal dan Membaca Macam Gambar Konstruksi
Mengenal dan Membaca Macam Gambar Konstruksi.
Image by Jean-Paul Jandrain from Pixabay

Macam dan Tipe Semen Beserta Fungsinya

Semen merupakan komponen utama dalam pekerjaan konstruksi yang melibatkan beton. Hampir sebagian besar proyek-proyek konstruksi menggunakan semen. Perlu diketahui, ternyata tidak semua semen itu sama. Semen memiliki jenis dan tipe yang berbeda, dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Berikut penjelasannya.

Konstruksi Beton.
 Image by Free-Photos
from Pixabay 

Semen Portland

Semen Portland merupakan semen yang populer digunakan dalam pekerjaan dan proyek konstruksi. Tidak hanya di Indonesia, semen ini juga sangat populer di seluruh dunia. Salah satu sebab populernya semen tipe ini karena berlimpahnya batu gamping sebagai bahan dasar pembuatannya. Semen ini diproduksi dengan memanaskan batu gamping dan mineral tanah liat di dalam tanur yang selanjutnya berubah menjadi klinker. Klinker ini digiling dan dihaluskan lalu ditambahkan bahan aditif lainnya. Maka dihasilkanlah serbuk halus berwarna abu-abu kehijauan yang kita kenal dengan nama semen.

Menurut SNI 15-2049-2004, Semen Portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain.

Semen Portland memiliki berbagai Tipe yaitu :

Semen Portland Tipe I

Semen jenis ini merupakan tipe yang paling banyak beredar luas di pasaran serta dikenal masyrakat. Hal ini dikarenakan semen tipe ini tidak memiliki persyaratan khusus untuk penggunaannya. Sehingga ia biasa digunakan untuk pekerjaan konstruksi permukiman, rumah tinggal, jalan raya serta gedung bertingkat.
Karakteristik Semen Portland Tipe I ini adalah tidak memerlukan persyaratan khusus pada hidrasi panas dan juga kuat tekan awal. Tipe ini sangat cocok untuk digunakan pada proyek konstruksi yang jauh dari wilayah laut atau pantai dan memiliki kadar sulfat yang rendah. 

semen-tipe-1
Semen Tipe I

Semen Portland Tipe II

Semen Portland Tipe II digunakan untuk pekerjaan konstruksi beton, di wilayah yang memiliki kadar sulfat sedang ( tanah dan air di lokasi mengandung asam sulfat yang berkisar antara 0, 10 % hingga 0,20 % ) dan juga panas hidrasi sedang. 
Semen tipe ini digunakan untuk pekerjaan konstruksi seperti bangunan pinggir laut, bangunan di/bekas tanah rawa, dermaga, saluran irigasi beton massa untuk bendungan, serta landasan jembatan.

Semen Tipe 2
Semen Tipe II

Semen Portland Tipe III

Semen tipe ini memiliki kakateristik memiliki kuat tekan awal yang tinggi setelah proses pengikatan terjadi. Kekuatan dari Semen Portland Tipe III sama dengan 28 hari Semen Portland Tipe I. Semen tipe ini digunakan untuk proyek bangunan-bangunan tinggi, jalan beton, jalan tol, serta konstruksi yang membutuhkan kuat tekan awal yang tinggi.

Semen Tipe 3
Semen Tipe III

Semen Porltand Tipe IV

Semen Portland Tipe IV digunakan untuk pekerjaan konstruksi yang membutuhkan panas hidrasi rendah. Dimana dalam penggunaannya, konstruksi harus meminimalkan panas hidrasi selama proses curing sehingga meminimalkan keretakan yang merupakan faktor kritis dalam pekerjaan ini. Semen tipe ini digunakan untuk konstruksi dam. Perlu diketahui, kuat tekan beton ini lebih lamabat dari Semen Portland Tipe I.  

Semen Portland Tipe V

Karakteristik Semen Portland Tipe V adalah memiliki ketahanan yang tinggi terhadap asam sulfat yang lebih dari 0,20 %. Ianya biasa digunakan untuk konstruksi di wilayah dengan kadar asam sulfat tinggi seperti rawa-rawa, kawasan tambang, serta pantai dan laut. Bangunan yang dibuat antara lain  bendungan, pelabuhan, konstruksi dalam air hingga pembangkit nuklir.

Semen Tipe 5
Semen Tipe v

Semen Khusus

Oil Well Cement

Dalam pembuatan dan eksplorasi sumur minyak dibutuhkan semen yang khusus. Maka lahirlah Oil Well Cement. Konstruksi sumur minyak baik dibawah permukaan laut maupun bumi atau lepas pantai, dapat menggunakan semen tipe ini. Dalam gambar dibawah ini, diambil contoh Semen Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR ( High Sulfate Resistance ). Semen ini dikenal juga sebagai "Basic OWC". Hal ini dikarenakan, dengan menambahkan additive, maka semen ini dapat digunakan untuk kedalaman serta temperatur yang bervariasi.

Semen Oil Well Cement ( OWC )
Semen Oil Well Cement ( OWC )

Semen Campuran 

Semen Portland Composite Cement ( PCC )


Semen Portland Komposit (PCC) merupakan semen yang terbentuk dari hasil penggilingan bersama antara semen portland, gips, serta satu atau lebih bahan anorganik. Dapat juga dikatakan bahwa semen PCC ini merupakan hasil pencampuran antara semen portland dan bubuk bahan anorganik lain. Bahan-bahan anorganik itu antara lain adalah terak tanur tinggi (blast furnace slag), senyawa silikat, batu kapur serta pozolan. Komposisi bahan anorganik dari massa semen porland komposit berkisar antara 6% hingga 35%.
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi umum seperti: pekerjaan beton standar, pasangan bata, selokan, drainase, jalan, pagar dinding serta pekerjaan beton khusus seperti beton pratekan, panel beton, bata beton (paving block), dan sebagainya.

Semen Portland Composite Cement (PCC)
Semen Portland Composite Cement (PCC)

Semen Portland Pozzolan Cement ( PPC )

Semen Portland Pozzolan Cement merupakan suatu semen hidrolis yang diproduksi dengan mencampur secara merata antara bubuk semen portland dan bubuk pozzolan, atau diproduksi dengan melakukan penggilingan antara klinker semen portland dan pozolan bersama-sama, atau gabungan antara menggiling dan mencampur. Kadar pozolan berkisar antara 6% hingga 40% dari massa semen porland pozolan.

Pozolan merupakan suatu bahan yang mengandung silika atau senyawanya dan alumina, ianya tidak memiliki sifat mengikat seperti semen. Namun karena bentuknya halus serta adanya air, akan terjadi reaksi kimia dari senyawa tersebut. Senyawa tersebut akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida pada suhu kamar. Senyawa ini nantinya akan memiliki sifat seperti semen.

Jenis dan penggunaannya berdasarkan SNI 15-0302-2004

  • Jenis IP-U yaitu semen portland pozolan. Ianya dapat dipergunakan untuk semua tujuan pembuatan adukan beton.
  • Jenis IP-K yaitu semen portland pozolan yang selain dapat dipergunakan untuk semua tujuan pembuatan adukan beton, juga semen untuk tahan sulfat sedang dan panas hidrasi sedang.
  • Jenis P-U yaitu semen portland pozolan yang dapat dipergunakan untuk pembuatan beton dimana tidak disyaratkan kekuatan awal yang tinggi.
  • Jenis P-K yaitu semen porland pozolan yang dapat dipergunakan untuk pembuatan beton dimana tidak disyaratkan kekuatan awal yang tinggi, serta untuk tahan sulfat sedang dan panas hidrasi rendah.
Semen Portland Pozzolan Cement (PPC)
Semen Portland Pozzolan Cement (PPC)

Itu dia pembahasan tentang Macam dan Tipe Semen Beserta Fungsinya. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk di share.